Guna menyediakan wadah diskusi, peningkatan pengetahuan, serta keterampilan dalam mengelola komunikasi publik demi meraih kepercayaan masyarakat, Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Perdagangan (Pusbangkom AP) menyelenggarakan webinar bertajuk “Menjaga Kepercayaan Publik di Era Digital: Strategi Komunikasi Publik Lembaga Pemerintah” pada Jumat (3/7/2026).
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BPSDMP), Djatmiko Bris Witjaksono, menekankan bahwa instansi pemerintah saat ini berhadapan dengan masyarakat yang semakin cerdas dan melek teknologi. “Oleh karena itu, ada dua prinsip utama yang harus dijalankan oleh lembaga pemerintah. Pertama, public communication should go beyond normal, artinya komunikasi publik tidak boleh sekadar menyampaikan informasi normatif. Kedua, informasi yang disampaikan harus membumi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas,” ujar Kepala BPSDMP.
Webinar ini menghadirkan Crisis Communication Advisor, Arie Rukmantara, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Arie menyoroti fenomena insular mindset, di mana masyarakat saat ini cenderung hanya memercayai kelompok atau bubble mereka sendiri—seperti pebisnis yang hanya percaya sesama pebisnis, atau pemerintah yang hanya percaya sesama pemerintah.
“Tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana agar lembaga pemerintah bisa dipercaya oleh audiens yang memiliki latar belakang berbeda,” jelas Arie. Ia menambahkan bahwa kunci utama untuk membangun kepercayaan tersebut adalah kredibilitas. Agar dapat meraih kredibilitas di mata publik, lembaga pemerintah wajib menerapkan unsur 3C, yaitu Clear, Consistent, dan Compassionate.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, di mana webinar ini diikuti oleh 788 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari tingkat pusat maupun daerah. Sepanjang acara, suasana diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang dinamis antara narasumber dan para peserta.

