Pembukaan Diklat Teknis Sistem Mutu Audit Internal 17025:2017 dan Diklat Teknis Pengujian Garam Konsumsi Beryodium

 

Depok – Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perdagangan, Julia Gustaria Silalahi, membuka secara resmi Diklat Teknis Sistem Mutu Audit Internal SNI ISO/IEC 17025:2017 dan Diklat Teknis Pengujian Garam Konsumsi Beryodium di Pusdiklat Perdagangan Depok, Senin (7/9).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Diklat Penguji Mutu Barang, Basa Sianipar, beserta panitia diklat dan pejabat fungsional dilingkungan Balai Diklat Penguji Mutu Barang.

Dalam sambutannya, Kepala Pusdiklat Perdagangan, menyampaikan bahwa  Proses pembelajaran pada pelatihan ini dilakukan secara online untuk seluruh mata diklat dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) “Kompetensi Unggul Perdagangan” atau disingkat dengan “KUDAGANG” yang dapat diakses melalui website kudagang.kemendag.go.id.

“Sistem “KUDAGANG” dibangun dengan mengutamakan kemudahan akses untuk membantu proses pembelajaran dengan mengedepankan materi yang ter-update dan interaktif.  Melalui Kudagang, Pusdiklat Perdagangan tengah menjawab tantangan inovasi yang saat ini tengah dihadapi”, imbuh Kapusdiklat Perdagangan dalam sambutannya.

Diklat yang akan berlangsung selama enam dan lima hari ini, diikuti oleh total 40 orang peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Tujuan dari diklat ini adalah agar peserta mampu menerapkan prosedur audit internal sistem mutu SNI ISO/IEC 17025:2017dan mampu melakukan pengujian garam konsumsi beryodium sesuai dengan SNI.

Pengajar yang terlibat dalam diklat ini adalah Dr. Sunarya dari The Spring Institute untuk Diklat Teknis Sistem Mutu Audit Internal 17025:2017 dan Tim Pengajar Balai Besar Industri Agro (BBIA) Bogor untuk Diklat Teknis Pengujian Garam Konsumsi Beryodium.

Diklat Teknis Pengujian Garam Konsumsi Beryodium merupakan diklat teknis pengujian pertama yang diselenggarakan BDPMB. “Diklat teknis yang memerlukan praktek di laboratorium memiliki tantangan sendiri bagi kami penyelenggara diklat. Kami menyiasatinya dengan membuat video pembelajaran agar peserta dapat mereplikasinya di laboratorium masing-masing,”kata Ibu Basa Sianipar, Kepala BDPMB. Setelah menerima materi pembelajaran dan melihat video pembelajaran, peserta diklat teknis pengujian garam melalukan uji coba di laboratorium masing-masing dan direkam untuk kemudian akan dievaluasi oleh pengajar diklat.

0 Komentar - Tulis Komentar

Saran dan Kritik